Tag Archives: tulsian

Atur-Atur Blog dan Tulisan … dan inspirasi J.Co

Standard

Beberapa orang dan kawan sudah sering menanyakan mengapa kedua blog saya (Postfordist Highway dan Klinamenal) sudah jarang terbarui. Alasannya sebenarnya sederhana, tulisan-tulisan saya belakangan dimigrasikan ke laman Academia.edu saya. Soalnya selain situs itu adalah portal komunitas akademisi–yang mana tulisan saya terkategorikan demikian, alasan lainnya ya karena tulisan-tulisan saya belakangan memang genre-nya akademis (bahkan cenderung spesialis).

Oleh karena itu bagi saudara-saudari tuan-puan bung-nona yang semisal mencari tulisan yang agak berbahasa sok formal dengan bercatatan-kakikan komplit, ya bisa menyambangi laman Academia saya itu. Soalnya kedua blog Postfordist Highway dan Klinamenal akan saya alih-fungsikan untuk menjadi semacam thought diary alias buku harian pikiran tempat saya menuliskan hal-hal yang kepikiran di kepala saya secara sekelebat, entah saat nyetir, saat boker, atau saat misal “entah aku kepikiran ini saat ngeliat kamu lagi salto,” atau saat otak saya terkondisikan untuk mikir lebih berat–biasanya kalau lagi terjebak di situasi yang juanc*k alias dafuq alias merde de putain banget lah.

 

write

Karena keduanya menjadi thought diary, maka keduanya akan berisikan fragmen-fragmen, catatan-catatan, reaksi spontan, kritisisme (untuk memperhalus makian berbalutkan sok pilosopis), komentar-komentar akan peristiwa, bacaan, nukilan, benda, tulisan, artikel, berita, orang, hewan, tumbuhan, gadget, myuzeek, tren, dst. dsb. Intinya, semuanya akan serba spontan dan reaksioner (dan bukan responsif). Implikasinya, ya kemungkinan akan ada kontradiksi satu sama lain; dan bisa saja saya mencaci habis postingan-postingan saya yang terdahulu itu (“aku makan apa ya kok bisa secongek itu dengan nulis post ini…”).

Sebenernya ini juga saya terinspirasi dari J.Co. Di salah satu edisi tisunya bertuliskan kurang lebih “ide itu sangat cepat; tisu ini kami sediakan supaya anda bisa menangkapnya selagi ia ada.” Nah kayaknya gue banget tuh. Sementara kalau pakai buku catatan, udah abis belasan dan sebagian besar entah di mana. Pake Evernote juga jadi tenggelam dalam samudera tag-tag,  belum lagi kecampur sama daftar belanjaan di pasar/toko kelontong, daftar torrent yang harus didonlot, oret-oret surat cinta (*toast*), to-do list, catatan rapat-rapat gak penting, dst. Blogging akhirnya menjadi solusi efektif dan tak lupa, kekinian! (Walau sudah agak so last decade sih).

216247_10151632534930520_1496248641_n

Pembagian konten kedua blog masih tetep. Postfordist Highway akan tetap membahas kejar-kejaran saya dengan logika dari kapitalisme pasca-fordis global dan dengan mutasi logika kedaulatan Westphalia di ekologi macam-macam mutasi liberalisme (liberalisme sosdem, neoliberal, neoliberal-monarki, neoliberal-komunis, demokrasi-neolib, dst.) yang keduanya hari ini, menurut saya ya, sudah sampai di era yang dengan agak ribet saya sebut Finansialisme Geopolitik Moneter. Trus Klinamenal juga tetep membahas ocehan ngawang saya seputar filsapat dan refleksi genit saya seputar tatanan sosial yang berisi makhluk-makhluk tak sadar berhasrat sok sadar, atau bahasa kerennya nomos desideratum (nomos: order; desideratum: desire; ya pokoknya gitu lah intinya) …dengan psikoanalisis Lacanian tentunya (yang masih belum saya bisa krtisi, dan tinggalkan). Kedua blog ini juga secara bersamaan akan menjadi diary saya untuk menyelesaikan buku ambisius saya yang entah kapan kelarnya yang berjudul: Being and Finance.

Selamat membaca!

write

ps: saya menulis post ini dalam modus psikotik paling maksimum; soalnya saya begitu yakinnya ada yang: 1) baca blog-blog saja; dan 2) ada yang baca tulisan ini; 3) LOL.

Advertisements